Kajuara, (Kemenag Bone) – MAN 4 Bone menggelar rapat persiapan Rapat Kerja (RAKER) yang akan dilaksanakan di lingkungan madrasah. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 4 Bone, Andi Muhammad Irfan, didampingi Ketua Panitia RAKER, Arif Rachman, bersama seluruh anggota panitia yang telah dibentuk sebelumnya, Kamis (11/6/2026).
Rapat persiapan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan RAKER dapat berjalan dengan baik, terarah, dan menghasilkan program kerja yang berkualitas bagi kemajuan madrasah.
Dalam rapat tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembagian Kelompok Kerja (POKJA) yang akan bertugas menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada masing-masing bidang. Adapun POKJA yang dibentuk meliputi POKJA Kurikulum dan Bimbingan Konseling (BK), POKJA Kesiswaan, POKJA Sarana dan Prasarana (SAPRAS), serta POKJA Hubungan Masyarakat (HUMAS).
Kepala MAN 4 Bone, Andi Muhammad Irfan, menegaskan bahwa setiap POKJA memiliki peran penting dalam menyusun draf SOP yang akan menjadi pedoman pelaksanaan tugas pada bidang masing-masing. Oleh karena itu, seluruh anggota POKJA diharapkan dapat bekerja secara maksimal dan berkolaborasi untuk menghasilkan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan madrasah.
“Melalui pembentukan POKJA ini, kita berharap setiap bidang dapat menyusun SOP yang lebih terstruktur, efektif, dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di MAN 4 Bone. Hasil kerja masing-masing kelompok nantinya akan dipresentasikan dan dibahas bersama dalam forum RAKER,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia RAKER, Arif Rachman, menyampaikan bahwa seluruh POKJA akan segera mulai bekerja menyusun draf sesuai bidangnya masing-masing. Draf tersebut kemudian akan diplenokan dalam kegiatan RAKER untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan dari seluruh peserta.
Rapat Kerja MAN 4 Bone sendiri dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 26 Juni 2026 bertempat di MAN 4 Bone. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam menyusun program kerja, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya, serta merumuskan berbagai kebijakan dan SOP yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan madrasah di masa mendatang. (Is/Ahdi)
