Kajuara, (Kemenag Bone) – MAN 4 Bone terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pengawasan dan kedisiplinan peserta didik. Salah satu langkah maju yang dilakukan adalah penerapan sistem absensi digital menggunakan barcode. Pada hari Selasa (10/3/2026), MAN 4 Bone melaksanakan simulasi penggunaan scan barcode untuk absensi kehadiran dan kepulangan peserta didik.
Simulasi ini bertujuan untuk menguji sistem absensi digital yang secara langsung terhubung dengan telepon genggam (HP) orang tua atau wali siswa. Dengan sistem ini, orang tua dapat mengetahui secara langsung ketika anak mereka datang maupun pulang dari madrasah.
Kepala MAN 4 Bone, Andi Muhammad Irfan, memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berinovasi dengan menghadirkan sistem absensi digital tersebut. Ia menyampaikan bahwa langkah ini merupakan terobosan yang sangat membantu dalam memantau aktivitas peserta didik.
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam sistem absensi ini tidak hanya memudahkan guru dalam melakukan pemantauan kehadiran siswa, tetapi juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk mengetahui kondisi anak mereka selama berada di madrasah.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik. Absensi digital menggunakan barcode ini tentu sangat membantu dalam memantau kehadiran peserta didik, baik oleh guru di madrasah maupun oleh orang tua siswa di rumah,” ungkapnya.
Sementara itu, Arif Rahman guru MAN 4 Bone selaku penggagas sistem absensi digital tersebut menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan tahap awal untuk melihat sejauh mana sistem dapat berjalan dengan baik.
“Ini masih merupakan langkah awal dalam bentuk uji coba untuk melihat apakah sistem ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama di MAN 4 Bone,” jelasnya.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan sistem pengawasan kehadiran peserta didik di MAN 4 Bone menjadi lebih efektif, transparan, serta mampu meningkatkan kedisiplinan siswa melalui dukungan teknologi yang terintegrasi dengan orang tua. (Is/Ahdi)









